Sisa Dana Buyback Rp130,99 Miliar, Saham DEWA Menguat Signifikan di Tengah Upaya Jaga Stabilitas Pasar Modal
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Pergerakan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali menjadi sorotan setelah perseroan masih menyisakan dana pembelian kembali saham dalam jumlah besar. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar modal.
Manajemen DEWA mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sisa dana buyback sebesar Rp130,99 miliar. Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sebelumnya, perusahaan telah mengalokasikan total dana sebesar Rp950 miliar untuk pelaksanaan aksi pembelian kembali saham. Dari jumlah tersebut, dana yang sudah digunakan mencapai Rp819 miliar.
Baca JugaPoliklinik Eksekutif Primaya Hospital Fokus Pada Kecepatan dan Kenyamanan Pasien
Dengan realisasi tersebut, berarti sebagian besar anggaran buyback telah terserap. Namun demikian, ruang untuk melanjutkan aksi pembelian saham masih terbuka dengan sisa dana yang tersedia.
Direktur dan Corporate Secretary Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan bahwa total saham DEWA yang telah dibeli kembali mencapai 1,43 miliar saham. Angka tersebut mencerminkan skala besar aksi korporasi yang dijalankan perseroan dalam periode beberapa bulan terakhir.
Aksi buyback ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kinerja saham di pasar. Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk mendukung stabilitas perdagangan saham DEWA di tengah fluktuasi harga.
Realisasi Buyback dan Rincian Anggaran
Dari total anggaran Rp950 miliar yang disiapkan, perusahaan telah menggelontorkan Rp819 miliar untuk membeli kembali sahamnya. Artinya, sekitar Rp130,99 miliar masih dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan program tersebut.
Langkah pembelian kembali saham ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi pasar. Manajemen memanfaatkan momentum harga untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran yang telah ditetapkan.
Jumlah saham yang telah masuk dalam portofolio buyback perseroan mencapai 1,43 miliar lembar. Realisasi ini menunjukkan konsistensi DEWA dalam menjalankan program yang telah direncanakan.
Dengan sisa dana yang masih cukup signifikan, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelian tambahan jika diperlukan. Kebijakan ini dinilai dapat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga saham di pasar.
Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Seluruh proses dilakukan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh otoritas pasar modal.
Perjalanan Buyback Sejak Akhir 2025
Program pembelian kembali saham DEWA telah dimulai sejak 10 Desember 2025. Pada tanggal tersebut, transaksi pertama dilakukan dengan pembelian sebanyak 372,09 juta saham.
Harga pelaksanaan pada transaksi awal itu tercatat sebesar Rp430 per saham. Langkah ini menjadi titik awal rangkaian aksi korporasi yang berlanjut hingga tahun berikutnya.
Sejak dimulai, buyback dilakukan dalam rentang harga Rp430 hingga Rp655 per saham. Rentang harga tersebut mencerminkan dinamika pergerakan saham DEWA sepanjang periode pelaksanaan.
Aksi buyback berlangsung sejak 10 Desember 2025 hingga 11 Februari 2026. Selama periode tersebut, perusahaan secara aktif melakukan pembelian sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan.
Kebijakan ini diambil dalam rangka menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal. Manajemen menilai buyback sebagai instrumen yang dapat membantu meredam volatilitas harga saham.
Selain itu, pembelian kembali saham juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan. Langkah ini sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang DEWA.
Pergerakan Harga Saham Terkini
Pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026, saham DEWA mencatat kenaikan signifikan. Harga saham ditutup di level Rp565 per saham.
Kenaikan tersebut mencapai 11,88% dibandingkan hari sebelumnya. Lonjakan ini menjadi salah satu pergerakan harian yang cukup mencolok dalam periode terakhir.
Dalam kurun waktu lima hari perdagangan, saham DEWA juga menguat 11,88%. Tren ini memperlihatkan adanya respons positif pasar terhadap aksi korporasi yang dijalankan perusahaan.
Pergerakan harga yang menguat terjadi di tengah masih berlangsungnya program buyback. Kondisi ini dinilai memperkuat sentimen positif terhadap saham DEWA di kalangan pelaku pasar.
Dengan sisa dana buyback sebesar Rp130,99 miliar, ruang intervensi pasar masih tersedia. Hal tersebut berpotensi menjadi faktor penopang tambahan apabila volatilitas kembali meningkat.
Investor terus mencermati perkembangan realisasi anggaran buyback yang tersisa. Setiap langkah lanjutan dari manajemen akan menjadi perhatian utama dalam menentukan arah pergerakan saham berikutnya.
Komitmen Menjaga Stabilitas Pasar
Pelaksanaan buyback oleh DEWA tidak hanya sekadar aksi korporasi rutin. Kebijakan ini diposisikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan kinerja saham di pasar modal.
Manajemen menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dukungan terhadap harga saham. Langkah tersebut juga mencerminkan kepercayaan perusahaan terhadap nilai intrinsik yang dimiliki.
Dengan pembelian kembali 1,43 miliar saham hingga 11 Februari 2026, DEWA telah menunjukkan realisasi yang signifikan. Program ini berjalan secara konsisten sejak dimulai pada 10 Desember 2025.
Sisa dana Rp130,99 miliar masih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat strategi yang telah berjalan. Keputusan penggunaan dana tersebut akan tetap mempertimbangkan kondisi pasar yang berkembang.
Kombinasi antara realisasi buyback yang besar dan penguatan harga saham menjadi indikator penting bagi pelaku pasar. Hal ini menempatkan DEWA sebagai salah satu emiten yang aktif menjaga stabilitas sahamnya melalui aksi nyata di pasar.
Ke depan, pergerakan saham DEWA akan tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar dan kebijakan internal perusahaan. Namun sejauh ini, program buyback telah menjadi salah satu instrumen utama dalam menopang performa saham perseroan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Surge Jalin Kerja Sama Strategis Bangun Infrastruktur ICT IKN Nusantara
- Kamis, 12 Februari 2026
PT Samindo Resources Suntik Modal Rp270 Miliar untuk Anak Usaha Dorong Ekspansi Operasional
- Kamis, 12 Februari 2026
Strategi Ekspansi PT Samudera Indonesia Tbk. dengan Capex Triliunan Rupiah Tahun 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Hutama Karya Siapkan Tol Trans Sumatera untuk Pendaratan Pesawat Tempur Strategis
- Kamis, 12 Februari 2026












