JAKARTA - Persaingan lintas disiplin kembali menghangat setelah juara dunia tinju Shakur Stevenson melontarkan tantangan terbuka kepada juara UFC Ilia Topuria untuk bertarung di atas ring tinju profesional. Duel yang masih sebatas wacana itu langsung memantik perhatian penggemar olahraga tarung di seluruh dunia karena mempertemukan dua juara dari cabang berbeda.
Tantangan Terbuka dari Juara WBO
Shakur Stevenson, pemegang sabuk juara dunia kelas welter junior versi World Boxing Organization (WBO), secara terang-terangan menantang Ilia Topuria untuk naik ke ring tinju. Tantangan itu ia sampaikan saat tampil dalam sebuah percakapan di kanal YouTube Adin Ross bersama mentornya, Terence Crawford.
Baca JugaLiga Inggris: Manchester City Tampil Perkasa, Libas Fulham dengan Skor Telak 3-0
Dalam kesempatan tersebut, Stevenson merespons pernyataan Topuria yang sebelumnya menyebut bahwa MMA lebih unggul dibanding tinju. Stevenson menegaskan bahwa ia tidak sepakat dengan pandangan tersebut dan meminta Topuria membuktikannya langsung di ring tinju profesional.
Ia menyatakan bahwa jika Topuria benar-benar merasa MMA lebih superior, maka kesempatan untuk membuktikannya terbuka lebar melalui duel tinju. Pernyataan itu kemudian menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar tinju maupun UFC.
Pandangan Terence Crawford Soal Perbedaan Disiplin
Dalam percakapan yang sama, Terence Crawford turut memberikan pandangannya mengenai perbandingan MMA dan tinju. Crawford menilai kedua olahraga tersebut memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Menurutnya, MMA memungkinkan penggunaan berbagai teknik seperti tendangan, bantingan, dan kuncian, sementara tinju murni berfokus pada pukulan tangan. Perbedaan ini membuat pendekatan, strategi, dan mentalitas bertanding di masing-masing cabang tidak bisa disamakan begitu saja.
Crawford menekankan bahwa dalam tinju, fokus sepenuhnya tertuju pada kemampuan pukulan, pertahanan, serta kecerdikan membaca gerakan lawan. Sedangkan di MMA, petarung harus menguasai berbagai disiplin dalam satu arena pertandingan.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa tantangan Stevenson bukan sekadar sensasi, melainkan juga bagian dari perdebatan klasik mengenai supremasi dua olahraga tarung terbesar di dunia.
Jejak Duel Lintas Dunia: Bukan Hal Baru
Tantangan lintas disiplin seperti ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Dunia olahraga pernah menyaksikan pertarungan fenomenal antara petarung UFC Conor McGregor dan legenda tinju Floyd Mayweather Jr.
Laga tersebut menjadi salah satu pertarungan paling disorot dalam sejarah olahraga tarung modern. Meski berasal dari disiplin berbeda, duel itu mampu menyedot perhatian global dan mencetak angka komersial yang luar biasa.
Sejak saat itu, wacana pertarungan lintas cabang terus bermunculan. Beberapa juara UFC kerap menyatakan minat menjajal ring tinju, meskipun tidak semuanya mendapat restu atau peluang untuk mewujudkannya.
Tantangan Stevenson terhadap Topuria pun dilihat sebagai potensi laga crossover besar berikutnya apabila benar-benar terealisasi.
Hambatan Kontrak dan Perbedaan Kelas Berat
Meski wacana duel ini terdengar menarik, ada sejumlah hambatan yang harus dihadapi. Salah satu yang paling krusial adalah izin dari UFC. CEO UFC Dana White selama ini dikenal berhati-hati dalam melepas petarungnya bertanding di luar organisasi, terutama di ring tinju profesional.
Sejak pertarungan McGregor melawan Mayweather, UFC tidak lagi mudah memberikan lampu hijau untuk duel lintas disiplin. Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Topuria apabila ia ingin menerima tantangan Stevenson.
Selain persoalan kontrak, perbedaan kelas berat juga menjadi faktor penting. Stevenson bertarung di kelas 63,5 kilogram, sedangkan Topuria berlaga di kelas 70,3 kilogram. Selisih berat tersebut dapat memengaruhi dinamika pertarungan jika keduanya sepakat bertemu di ring yang sama.
Penyesuaian berat badan, negosiasi kelas tangkapan, hingga kesiapan fisik akan menjadi pembahasan krusial sebelum duel semacam ini dapat diwujudkan.
Respons Publik dan Antisipasi Dunia Tarung
Sejak tantangan itu mencuat, respons publik terbelah antara yang antusias dan yang skeptis. Sebagian penggemar menilai duel ini akan menjadi tontonan spektakuler yang mempertemukan dua gaya berbeda. Sebagian lainnya mempertanyakan sejauh mana kesiapan Topuria jika harus bertarung dengan aturan tinju murni.
Namun satu hal yang pasti, tantangan ini berhasil menciptakan gelombang diskusi luas mengenai perbandingan kualitas petarung UFC dan juara dunia tinju profesional.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Ilia Topuria maupun pihak UFC mengenai apakah tantangan tersebut akan diterima. Meski demikian, dunia olahraga tarung terus menantikan perkembangan selanjutnya.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Real Madrid dan UEFA Resmi Sepakat Damai Usai Kegagalan Proyek Super League
- Kamis, 12 Februari 2026








