Jumat, 13 Februari 2026

Kemenperin Upayakan Hilirisasi Industri Makanan-Minuman Terintegrasi 2026

Kemenperin Upayakan Hilirisasi Industri Makanan-Minuman Terintegrasi 2026
Kemenperin Upayakan Hilirisasi Industri Makanan-Minuman Terintegrasi 2026

JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi program hilirisasi industri makanan dan minuman (mamin) yang terintegrasi.

Memasuki tahun 2026, fokus utama pemerintah bukan lagi sekadar memproduksi bahan mentah, melainkan menciptakan ekosistem pengolahan yang menyambungkan hasil pertanian langsung ke pabrik pengolahan modern.

 Langkah ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama penyedia produk mamin olahan berkualitas tinggi di kancah global. Dengan menjaga integritas rantai pasok, Kemenperin optimistis sektor mamin akan tetap menjadi motor penggerak manufaktur nasional yang paling tangguh terhadap fluktuasi ekonomi.

Baca Juga

Liga Inggris: Manchester City Tampil Perkasa, Libas Fulham dengan Skor Telak 3-0

Pilar Utama Hilirisasi Mamin Terintegrasi

Strategi yang diusung Kemenperin melibatkan sinergi antara teknologi, kebijakan, dan ketersediaan bahan baku:

Integrasi Hulu-Hilir: Memastikan ketersediaan bahan baku lokal yang konsisten melalui kemitraan antara pelaku industri besar dengan petani/peternak. Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku penolong.

Transformasi Digital (Industri 4.0): Mendorong pabrik mamin untuk mengadopsi teknologi otomatisasi guna meningkatkan efisiensi produksi dan standar keamanan pangan yang berstandar internasional.

Pengembangan Sentra Industri Daerah: Membangun kawasan industri mamin yang dekat dengan sumber bahan baku (seperti di Jawa Timur dan Sulawesi) untuk menekan biaya logistik dan mempercepat distribusi.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat dan Industri

Hilirisasi terintegrasi ini diprediksi akan membawa dampak positif yang luas pada tahun 2026:

Peningkatan Nilai Tambah: Produk olahan seperti kakao menjadi cokelat premium atau rumput laut menjadi bahan pangan fungsional memiliki nilai jual berkali-kali lipat dibandingkan bahan mentahnya.

Penciptaan Lapangan Kerja: Ekspansi pabrik pengolahan baru akan menyerap tenaga kerja terampil di daerah, sekaligus menghidupkan sektor UMKM sebagai pendukung ekosistem industri.

Kemandirian Pangan: Dengan industri pengolahan yang kuat, ketergantungan terhadap produk impor dapat ditekan, sehingga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen lebih terjaga.

Tantangan dan Langkah Mitigasi

Meskipun memiliki potensi besar, Kemenperin juga mencermati beberapa tantangan yang harus diatasi dengan integritas kebijakan:

Standardisasi Mutu: Memastikan seluruh produk olahan memenuhi standar ekspor agar mampu bersaing di pasar Eropa dan Amerika.

Efisiensi Energi: Mendorong industri mamin untuk beralih ke energi ramah lingkungan guna memenuhi tuntutan pasar global terkait produk berkelanjutan (sustainable products).

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Manchester United Putuskan Perpanjang Kontrak Harry Maguire: Kepercayaan pada Pengalaman dan Integritas Lini Belakang

Manchester United Putuskan Perpanjang Kontrak Harry Maguire: Kepercayaan pada Pengalaman dan Integritas Lini Belakang

Manchester United Tak Goyah: Barcelona Diminta Tebus Marcus Rashford Sesuai Harga Kesepakatan

Manchester United Tak Goyah: Barcelona Diminta Tebus Marcus Rashford Sesuai Harga Kesepakatan

Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026

Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026

Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama

Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama

Real Madrid dan UEFA Resmi Sepakat Damai Usai Kegagalan Proyek Super League

Real Madrid dan UEFA Resmi Sepakat Damai Usai Kegagalan Proyek Super League