JAKARTA - Kereta Api Tambahan dari Solo Balapan Siap Layani Lonjakan Pemudik Lebaran 2026
Meningkatnya minat masyarakat untuk mudik menggunakan kereta api menjelang Lebaran 2026 mendorong PT KAI menambah layanan perjalanan dari berbagai daerah. Kota Solo menjadi salah satu titik keberangkatan utama dengan penambahan jadwal kereta api dari Stasiun Balapan Solo, Jawa Tengah.
PT KAI menyediakan empat kereta api tambahan yang diberangkatkan dari Stasiun Balapan Solo khusus untuk menghadapi periode libur Lebaran 2026. Total kereta api tambahan yang disiapkan di wilayah Daops 6 Yogyakarta mencapai 12 perjalanan.
Manajer Humas Daops 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penjualan tiket kereta tambahan sudah dibuka sejak Selasa, 11 Februari 2026, pukul 00.01 WIB. Ia menyampaikan bahwa dari total 12 kereta tambahan tersebut, empat di antaranya berasal dari Stasiun Solo Balapan.
“Untuk kereta api tambahan sudah kita rilis penjualannya pada pukul 00.01 WIB, mulai 11 Februari 2026. Daops 6 Yogyakarta akan ada 12 kereta api tambahan empat di antaranya berangkat dari stasiun Solo Balapan,” ujar Feni.
Penambahan kereta ini diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang pada masa puncak arus mudik. Dengan adanya layanan ekstra, calon pemudik memiliki lebih banyak alternatif jadwal dan rute perjalanan.
Daftar Kereta Tambahan dan Rute yang Dilayani
Feni menyebutkan bahwa kereta api tambahan tersebut meliputi KA Batavia, KA Lodaya, serta KA Malabar. Selain itu, tersedia pula dua kereta tambahan rute Solo–Bandung dan satu rute Solo–Pasar Senen.
“KA tambahan di antaranya ada kereta Batavia, ada kereta tambahan Solo Bandung sebanyak dua kereta api dan juga Solo Pasar Senen. Jadi ada empat kereta api bahan yang berasal dari stasiun Solo Baru. Dan ini semua akan beroperasi sepanjang angkutan lebaran nanti,” beber Feni.
Seluruh kereta api tambahan tersebut mulai beroperasi sepanjang masa angkutan Lebaran yang dimulai pada 11 Maret 2026. Jadwal operasional ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat signifikan pada periode mudik.
PT KAI berharap rute-rute tambahan ini dapat mempermudah akses penumpang dari Solo menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa. Dengan begitu, distribusi penumpang menjadi lebih merata dan tidak menumpuk pada satu jalur tertentu.
Keberangkatan dari Stasiun Balapan Solo juga dipilih karena stasiun ini menjadi salah satu pusat transportasi utama di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Banyak pemudik dari Solo Raya dan sekitarnya memanfaatkan stasiun ini sebagai titik awal perjalanan mudik.
Ketersediaan Tiket dan Antusiasme Pemudik
Terkait ketersediaan tiket, PT KAI mencatat bahwa hingga pertengahan Februari 2026, tiket Lebaran telah terjual sekitar 23 persen. Jumlah tersebut setara dengan 131.000 tiket dari total kapasitas 570.000 tiket yang disediakan.
“Yang kita sediakan sudah termasuk dengan kereta api tambahannya. Jadi masih banyak peluang kepada para calon pemudik untuk segera melakukan perencanaan perjalanan memesan tiket hanya di aplikasi akses BKI website KAI.id dan juga mitra yang sudah bekerja sama dengan KAI,” ungkap Feni.
Angka penjualan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi kereta api masih cukup tinggi. Banyak calon pemudik mulai merencanakan perjalanan lebih awal untuk mendapatkan jadwal dan kursi yang sesuai.
PT KAI mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket secara resmi agar tidak kehabisan pada tanggal favorit. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI.id, serta mitra penjualan yang bekerja sama dengan PT KAI.
Selain memberikan kemudahan, sistem pemesanan daring juga membantu mengurangi antrean di loket stasiun. Dengan demikian, calon penumpang dapat lebih nyaman dan efisien dalam mengatur perjalanan mudik.
Penambahan kereta api ini juga menjadi bagian dari strategi PT KAI dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan agar perjalanan mudik tetap aman, nyaman, dan tepat waktu meskipun terjadi lonjakan penumpang.
Inspeksi Kesiapan Sarana dan Prasarana Kereta Api
Dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran 2026, PT KAI melakukan inspeksi kereta pada Rabu, 11 Februari 2026. Inspeksi ini dilakukan bersama jajaran PT KAI dan stakeholder eksternal terkait.
“Hari ini KAI 6 Yogyakarta beserta KAI Pusat dan stakeholder eksternal terkait melaksanakan kereta inspeksi angkutan lebaran. Jadi jajaran direksi KAI beserta stakeholder seperti Dirjen Perkereta Api dan KNKT sudah melakukan pemeriksaan lintas memastikan sarana, prasarana, fasilitas pendukung dan juga SDM-nya siap untuk melayani angkutan Lebaran yang akan kita mulai pada 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026 atau total 22 hari,” ungkap Feni.
Inspeksi ini mencakup pemeriksaan kondisi rangkaian kereta, rel, sistem persinyalan, hingga fasilitas penunjang lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh unsur operasional berada dalam kondisi prima sebelum memasuki masa angkutan Lebaran.
Selain aspek teknis, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama dalam inspeksi tersebut. Petugas operasional, masinis, kondektur, hingga staf layanan penumpang dipastikan siap menjalankan tugasnya secara optimal.
Langkah ini diambil agar potensi gangguan operasional dapat diminimalkan selama masa mudik dan arus balik Lebaran. PT KAI ingin memastikan bahwa seluruh perjalanan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dengan inspeksi rutin dan terjadwal, perusahaan berharap mampu mempertahankan tingkat keselamatan dan keandalan layanan. Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen PT KAI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Masa Angkutan Lebaran dan Harapan Pelayanan Optimal
Masa angkutan Lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026. Periode ini mencakup total 22 hari pelayanan intensif untuk melayani arus mudik dan arus balik penumpang.
Pada masa tersebut, PT KAI mengantisipasi lonjakan signifikan jumlah penumpang di berbagai lintas utama. Oleh karena itu, penambahan kereta api menjadi salah satu solusi utama untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
Stasiun Balapan Solo diprediksi menjadi salah satu titik keberangkatan dengan volume penumpang tinggi. Hal ini sejalan dengan peran strategis Solo sebagai kota transit dan tujuan mudik bagi masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Dengan adanya empat kereta tambahan dari Solo Balapan, diharapkan kepadatan di stasiun ini dapat terurai secara bertahap. Penumpang juga diharapkan memperoleh fleksibilitas dalam memilih jadwal keberangkatan yang sesuai.
PT KAI menegaskan bahwa seluruh layanan tambahan ini tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan. Standar operasional tetap diterapkan secara ketat, baik pada kereta reguler maupun kereta tambahan.
Selain itu, peningkatan pelayanan di stasiun juga menjadi perhatian utama selama periode Lebaran. Fasilitas ruang tunggu, informasi perjalanan, hingga layanan pelanggan akan dioptimalkan agar penumpang merasa lebih nyaman.
Keberadaan petugas tambahan di stasiun dan di dalam kereta juga disiapkan untuk membantu kelancaran perjalanan. Hal ini dilakukan agar proses naik turun penumpang berlangsung tertib dan terorganisasi.
PT KAI berharap langkah ini dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi masyarakat. Dengan persiapan matang, perusahaan optimistis dapat menghadapi lonjakan penumpang Lebaran 2026 dengan baik.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan layanan kereta tambahan yang tersedia. Perencanaan yang baik diharapkan dapat menghindarkan calon penumpang dari risiko kehabisan tiket.
Selain itu, penumpang juga diingatkan untuk mematuhi aturan perjalanan dan datang lebih awal ke stasiun. Hal ini penting agar proses boarding dan keberangkatan berjalan lancar tanpa hambatan.
Dengan dukungan berbagai pihak, PT KAI menargetkan angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Penambahan kereta api dari Solo Balapan menjadi salah satu bukti kesiapan perusahaan dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat.